Desa Mahahe Masuk Nominasi Posyandu Terbaik Tingkat Nasional

INDONESIASATU.CO.ID:

MAMUJU TENGAH -Setelah berhasil meraih juara tingkat Provinsi Sulawesi Barat, Posyandu Melati Desa Mahahe, Kecamatan Tobadak Kabupaten Mamuju Tengah masuk dalam 6 nominasi Posyandu terbaik tingkat Nasional, yang akan bersaing dengan 5 nominator lainya untuk memperebutkan juara pada lomba Posyandu tingkat nasional.

Ketua Tim Verifikasi, Hari Panji Maulana menyampaikan, Pembinaan yang terbaik dan sungguh-sungguh disamping memberikan dampak positif pada tingkat kegiatan masyarakat, juga mendapatkan apresiasi atas keberhasilannya dalam mengikuti Lomba Kesatuann Gerak PKK Kesehatan untuk jenis lomba Pos Layanan Terpadu, yang dalam hal ini Kabupaten mamuju tengah terpilih sebagai 6 nominator terbaik tingkat nasional.

Dia katakan, mekanisme lomba yang dilaksanakan saat ini telah memasuki tahapan verifikasi laporan dan dilihat langsung di lapangan, dimana tahapan ini merupakan lanjutan dari penilaian administrasi yang telah lakukan sebelumnya ditingkat pusat, yang dilakukan secara terpadu antara lain oleh Tim PKK Pusat, BKKBN, Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian Kesehatan.

“Disinilah mungkin objektifitas penilaian lomba dapat dilihat secara langsung terhadap kesesuaian laporan dengan kondisi dengan kenyataan yang ada dilapangan, untuk selanjutnya akan diperoleh peringkat dan kategori sesuai dengan syarat dan ketentuan lomba,” kata Panji Maulana, Jum’at (3/5/2019).

“Mudah-mudahan Posyandu Melati Desa Mahahe bisa masuk dalam kategori juara, keberhasilan yang diperoleh Kabupaten Mamuju tengah merupakan satu prestasi yang patut kita banggakan sebagai duta yang mewakili Provinsi Sulbar untuk bersaing dengan 5 Provinsi Lain,” sambungnya.

Dari lomba ini lanjutnya, ada 2 kategori penilaian baik kategori Kabupaten dan Kategori Kota, untuk seluruh Indonesia masing-masing 6 Nominasi, Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulbar termasuk didalamnya. Lima nominasi untuk lomba Posyandu ini, untuk tingkat Kabupaten salah satunya adalah Kabupaten Bandung Provinsi Jabar, Kabupaten Tabalong Provinsi Kalsel, Kabupaten Buleleng Prov. Bali, Kabupaten Kulon Progo Prov. DIY dan Kabupatem Sukoharjo Prov. Jateng.

Sementara Sekkab Mamuju tengah, H. Askary Anwar menyampaikan, sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) anak bungsu dari semua kabupaten yang ada di Sulawesi barat, yakin meskipun anak bungsu, daerah ini punya potensi yang besar, punya harapan yang besar, apalagi dengan kehadiran Tim Verifikasi Posyandu dari Pusat maupun dari Provinsi.

“Di Kabupaten Mamuju tengah kita telah menerapkan kebijakan melalui kebijakan umum anggaran, dengan memprioritaskan pada sektor kesehatan dan pendidikan sehingga meskipun sebagai DOB dengan alokasi anggaran yang terkecil APBD di antara kabupaten lain yang ada di Sulbar, tetapi kami sudah menerapkan kebijakan umum anggaran terhadap alokasi sektor pendidikan dan kesehatan diatas aturan ataupun aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat,” ujar Askary

“Ini berarti bahwa pemerintah Kabupaten Mamuju tengah sangat serius dan antusias dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM, pendidikan, kesehatan, termasuk kegiatan-kegiatan posyandu yang Insya Allah akan dinilai oleh Tim Verifikasi Posyandu dari Pusat,” tutupnya.

Sumber : Ysn Humas Mamuju tengah

Editor : Sirajuddin

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita