Mendagri RI : Ada Tiga Prinsip Berubah Drastis Setelah Berlakunya Kebijakan Desentralisasi Dan Otonomi Daerah

INDONESIASATU.CO.ID:

MAJENE -Para Camat dan Lurah di Lingkup Kecamatan Banggae dan Banggae Timur menjadi personil upacara memperingati Hari Otonomi Daerah (OTODA) ke XXIII tahun 2019 tingkat Kabupaten Majene.

Bertugas, sebagai Pemimpin Upacara Camat Banggae, Aziz Said, Perwira Upacara Camat Banggae Timur, Nahda Fattah, Ajudan Lurah Banggae, Protokol Lurah Baurung, Reni, Pembaca Pembukaan UUD 1945 Lurah Pangali Ali, Pembaca Korpri Lurah Labuang, Nurafifa Darwis, Pembaca Do’a Lurah Baru dan Pengerek Bendera Lurah Rangas, Lurah Tande & Lurah Baruga Dhua yang dilaksanakan di halaman kantor Bupati Majene, kamis (25/4/2019).

Dihadiri oleh Bupati Majene, Wakil Bupati, Dandim 1401 Majene, Wakapolres Majene, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Sekda Majene, Wakil Ketua TP PKK Majene, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Staf Ahli Bupati, Assisten Setda Majene, Pimpinan OPD, Para Camat, Kabag. Setda & Kabag. DPRD, Sekretaris OPD & Peserta Upacara.

Dengan semangat OTODA, pemerintah daerah berkewajiban mengatur pemerintahanya secara berkeadilan, Lurah dan Camat merupakan penyelenggara pemerintahan ditingkat bawah dan paling bersentuhan dengan kondisi masyarakat.

Khususnya dalam menjawab tuntutan perubahan secara efektif, efesien dan tata kelola yang baik, mewujudkan pelaksanaan otonomi daerah dan menciptakan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab.

Dengan tema  meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik, melalui penyelenggaraan Otonomi Daerah yang kreatif & inovatif.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Majene, Fahmi Massiara yang bertindak sebagai pembina upacara dalam memperingati Hari Otonomi Daerah (OTODA) ke XXIII tahun 2019 tingkat Kabupaten Majene.

Lanjut Fahmi Massiara yang membacakan sambutan seragam Menteri Dalam Negeri RI Tjahyo Kumolo, sampaikan ada tiga hal prinsip yang berubah secara drastis setelah diberlakukannya kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah.

Pertama otonomi daerah secara nyata telah mendorong budaya demokrasi ditengah-tengah kehidupan masyarakat. Otonomi Daerah juga telah mampu memberikan nuansa baru dalam sistem pemerintahan daerah dari sentralistik birokratis kearah desentralistik partisipatoris, dengan tetap dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia.

Kedua Otonomi Daerah telah menumbuhkembangkan iklim kebebasan berkumpul, berserikat serta mengemukakan pikiran secara terbuka bagi seluruh masyarakat.

Dengan demikian masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif untuk turut serta membangun daerahnya.

Ketiga dengan desentralisasi yang telah berjalan selama ini, maka berbagai kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat, tidak lagi harus melalui proses panjang dan berbelit-belit, tetapi menjadi sangat efisien dan responsif.

Melalui kebijakan desentralisasi, pemerintahan daerah telah diberikan kewenangan yang lebih luas dalam mengelola dan menggarap potensi ekonomi yang ada di daerah.

Dengan demikian maka berbagai aktivitas ekonomi di daerah dapat bertumbuh dengan pesat.

Terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Umum Serentak 17 April lalu, apresiasi disampaikan kepada seluruh pemerintah daerah dan masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya Pemilu serentak yang dinilai berjalan lancar aman dan tertib.

Ia juga berharap pasca pemungutan suara Pemilu serentak ini senantiasa menjaga suasana kondusif di masyarakat, sehingga pelayanan publik dan aktivitas pemerintahan terselenggara dengan aman lancar dan terkendali.

Sumber : Anugrah Humas Majene

Editor : Sirajuddin

  • Whatsapp

Index Berita